BEGINNERS TALK : KEDEWASAAN TAK SEJALAN DENGAN RASA

Ingin bicara Coldplay intinya, judul diatas hanya poin opini belaka.

..

Baginya, grup musik Inggris Coldplay ini sungguh bagus. Ya, sayapun berfikiran sama, tapi tidak lagi saat ini. Perubahan materi album Coldplay tidak sejalan dengan perubahan selera saya, Mylo Xyloto menjadi album yang saya nantikan waktu itu. Setelah album itu dirilis di tahun 2011 saya pun mengikuti euforianya, tapi lalu hilang tak berbekas, tak ada eksplorasi lebih lanjut. Mylo Xyloto hanya menyisakan gimmick lampu warna-warni tanpa ada materi yang relevan dengan saya.

Berbeda dengan materi di album Parachute dulu, walaupun saya tidak mengikuti euforia ketika album itu dirilis. Nomor-nomor seperti Shiver, Yellow, Trouble sangatlah berbekas. Video clip Shiver mengingatkan saya kalau Coldplay pernah ada di titik anak band dengan materi berdsarkan keresahan personal, Chris Martin dengan ikon Rolling Stone di kaosnya, latar belakang putih, suasana workshop studio dengan rekan satu band. Begitu sederhananya, tidak ada gimmick lampu, warna-warna yang bertabrakan, dan lainnya.

Belum lagi album A Rush Of Blood To The Head, The Scientist tentu jadi juara untuk saya, tetapi Warning Sign, God Put a Smile Upon Your Face, dan In My Place pun tetap bisa dieksplorasi. Jangan bicara dulu album X&Y, himne lagu untuk pasangan kasmaran banyak orang seperti Fix You mungkin sangat relevan bagi banyak orang. Dan sekarang, mungkin Coldplay sudah tidak bisa lagi mengulangi kesuksesan materi-materi di tiga album yang tertulis diatas.

Dari semua itu, bukan Coldplay yang keliru mengambil jalan. Ternyata kedewasaan Coldplay memang tak sejalan dengan proses kedewasaan saya. Coldplay yang kini sudah sukses secara meteri (mungkin), minim keresahan, dan (mungkin) mapan jiwa raga tidak lagi memiliki keresahan yang sama dengan saya. Yang Coldplay tawarkan sekarang adalah lagu-lagu berbau suasana positif, ceria, senang, dengan lampu-lampu mewah dan efek visual lainnya. Dan Coldplay lebih baik dibanding manusia-manusia berlatar gangster rap yang dulu dengan lantang berkata keras, dan ketika keresahan menghilang mereka berkata bling-bling, kemewahan, dan ketenaran fana.

Dan saya..

Iya, saya masih di titik kedewasaan The Hardest Part, God Put A Smile On Your Face, Shiver, dan materi sendu Coldplay lainnya. Telinga saya belum nyaman mendengarkan materi Mylo Xyloto sampai materi mereka yang terakhir ini. Jadi akan saya tunda dulu menyukai Coldplay yang sekarang ini.

Mungkin Hymne For The Weekend akan menemani saya ketika nanti mengendarai mobil di akhir minggu dengan anak saya dikursi belakang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s