MIND TALKING: POSESIF, REVIEW SINGKAT

Rabu, 15 November 2017. Sebenarnya masih penasaran dengan Thor: Ragnarok karena gimmick warna dan reviewnya yang tone warna dan konten humor ala Guardian of Galaxy. Masih penasaran dengan akting Ellen Page dan cerita mengenai kemampuan manusia yang didapat dengan menyentuh garis kematian pada Flatliners. Dan kalau bersabar sedikit sampai hari Jumat akan ada Barry Allen yang digarap serius dibandingkan dengan Barry Allen ala sinetron yang di siarkan oleh Warner TV.

..dan saya malah memilih POSESIF, film Indonesia dengan genre drama yang di garap oleh Edwin, yang notabene saya tidak mengetahui karya-karya sebelumnya. Film yang scriptnya dikerjakan oleh penulis yang sama dengan karya-karya seperti Perempuan Berkalung Sorban, Ayat-Ayat Cinta, Habibie Ainun hingga Rudy Habibie. Belum lagi pengarah musiknya adalah pasangan favorit saya, Ken Jenie dengan Mar Galo. Faktor terakhir adalah karena saya takut keduluan turun layar, karena serangan Justice League pasti masif dan mungkin bioskop kita masih berfikir chain super hero ini menghasilkan banyak uang di bandingkan film tuan rumahnya.

Usai film di putar, ternyata saya puas luar biasa, ekspektasi terpenuhi. Satu karya dengan cerita permasalahan anak SMA yang melebihi permasalahannya Geng Cinta dengan puisi si Rangga. Twist yang cukup tidak di sangka, pemilihan lagu pengiring yang pas, dan lokasi produksi film yang familiar. Terakhir, cast film yang luar biasa hadir dari Putri Marino, kesalahan saya akan meremehkan akting Dolken yang ternyata kalau marah bisa kejam sekali, dan terakhir ada Cut Mini yang selalu menjadi figur ibu yang pas buat saya.

yang membuat saya terkesan,

Pertama. Ceritanya, judul “Posesif” yang ternyata mengarah ke cerita kekerasan dalam hubungan (abusive relationship)  yang hadir dari dua anak SMA. Sebenarnya abusive relationship ini bisa hadir di kalangan umur dewasa sekalipun, memilih anak SMA sebagai plotnya sungguh pas, kenaifannya, cara menghindarnya, gaya minta maafnya, dan lainnya. Benar-benar menyadarkan kalau gaya hubungan seperti itu sungguh tidak baik, kalau contohnya saja anak SMA sih seharusnya kalau yang lebih tua juga melakukannya yaa malu sih.

 

Kedua. Rasa familiar saya dengan galeri NuArte. Scene jalan-jalan pertamanya Lala dengan Yudhis di NuArte. Pemilihan yang cerdas untuk jalan-jalan pertama, ke GALERI. Galeri selalu menarik untuk menjadi tempat jalan-jalan kalau buat saya, mengapresiasi karya seni, interpretasi yang hadir berbeda-beda dari masing-masing individu (Lala dan Yudhis) membentuk ekspektasi saya akan bagaimana jalan cerita pacarannya mereka.

 

Ketiga. Efek dari Mar Galo dan Ken Jenie. Ekspektasi saya di awal ketika melihat nama mereka berdua sebagai penata musik adalah pemilihan lagu-lagu bagus yang asing, karena Ken Jenie dan Mar Galo adalah dua orang yang hidup dari skena musik indie, dan mereka berdua pernah tinggal lama di Amerika dan mendirikan grup musik disana. Belum lagi Ken Jenie dan Mar Galo adalah dua orang music director di whiteboardjournal.com. Buat saya, tidak heran jika ekspektasi yang hadir adalah suara-suara asing yang bagus, tapi pada nyatanya tidak! Nomor-nomor seperti Dipha Barus, Sheila on 7 hadir di film ini, dan itu tidak mengurangi penilaian saya akan kualitas dari film ini. Penataan dan momen yang dipilih mereka sungguh pas, hingga track seperti Banda Neira dengan Sampai Jadi Debu sungguh mengena buat saya.

ken

https://www.whiteboardjournal.com/player/?id=10071

 

Keempat. Rasa geli saya dengan gaya cerminan gaya pacaran anak SMA sekarang. Media sosial jadi patokan! Dari melihat Lala senyum-senyum sendiri sambil melakukan pose plank yang ternyata didepan matanya ada layar handphone melihat postingan Yudhis akan kenangan dari jalan-jalan di NuArte, sampai dengan bagaimana respon Yudhis ketika akunnya di block oleh Lala. Rasanya sama ketika saya melihat Cinta membaca puisi maaf dari Rangga, lucu sekali.

..

Saat tulisan ini di rilis sepertinya Posesif sudah turun layar, jadi kalian melewatkan kecantikan Putri Marino walaupun pada saat mata lebam parah sebelah. Semoga tulisan ini cukup mewakili ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s